JAKARTA -
Semua yang berkaitan dengan Ahok selalu dihubungkan dengan pembela atau
pendukungnya. Seperti komentar dari Sekretaris Jenderal Partai Gerindra
Andre Rosiade pada viva.co.id mengkritik surat Kapolda Metro Jaya Irjen
Pol M Iriawan ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Dalam surat itu,
Iriawan meminta agar sidang lanjutan Ahok ditunda sampai Pilkada DKI
Jakarta 2017 putaran kedua selesai.
Ande menyampaikan "Ini
kok Kapolda berlagak seperti pengacaranya Ahok, pendukungnya Ahok.
Surat permintaan penundaan sidang ini menimbulkan banyak spekulasi dan
pertanyaan besar," kata Andre saat dihubungi, Jumat, 7 April 2017.
Lebih lanjut
Andre menegaskan, permintaan penundaan sidang seharusnya datang dari
jaksa penuntut umum atau tim pengacara Ahok dan bukan dari Polda Metro
Jaya. Alasan keamanan di Jakarta juga tidak berdasar.
"Jangan-jangan
Kapolda takut elektabilitas Ahok terus turun, lalu menggunakan alasan
ketertiban umum. Itu kan alasan yang tidak masuk akal, nyatanya Jakarta
aman kok," kata Andre.
Sehari setelah
andre berkomentar di harianterbit.com, Mantan Ketua BEM Universitas
Trisakti Nova Sofyan Hakim juga berkontar, dia meyakini bahwa sikap
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan, sudah sesuai aturan dalam
penanganan sidang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Jika
ada pihak yang menuduh Kapolda, sebaiknya lihat lagi Undang-Undang.
Lagipula Kapolda memberi saran penundaan dalam konteks menjaga
ketertiban umum. Jadi tidak perlu lah dipolitisasi," ujarnya di Jakarta, Sabtu (8/4/2017).
Sebagaimana
kita ketahui bahwa surat itu sifatnya saran mau diterima atau tidak
diterima surat dari Polda Metro bukan persoalan, hanya deming
kepentingan keamanan dan ketertiban umum.
Lebih lanjut Nova Sofyan Hakim menegaskan “
Saya meyakini dan mendukung Kepolisian bersikap tegas pada siapapun
yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa pada Pilkada DKI Jakarta," pungkasnya.
Masyarakat bisa
menilai kenapa banyak yang memojokkan Kapolda Metro Jaya perihal surat
tersebut, rupanya komentar mereka lebih subjektif dan tendensius.
Artinya
kapasitas mereka berkomentar punya kepentingan baik untuk mencari
polularitas pribadi maupun untuk kepentingan mendukung paslonnnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar